Tragedi Santet Di Bumi Proklamator Blitar Jawa Timur

Dwi Priyo Santoso ini tidak pernah mengetahui sebenarnya mengalami penyakit apa yang dideritanya. Kondisinya begitu memprihatinkan. Bola mata kiri tampak menjorok keluar. Napasnya tersengal-sengal,sesekali melengkuh panjang dengan suara yang parau tanda mengeluh kesakitan. Mengapa demikian ? Berikut ini laporan laput mistik Mantra

Hari-hari Dwi Priyo Santoso hanya mampu dihabiskan terbaring di sebuah ranjang besi di ruang tamu di rumah yang terletak di ujung gang buntu Jl.Dr Soetomo lingkungan Gebang Kec Sananwetan Kota Blitar.Usianya baru menginjak 25 tahun.Namun di usia itu ia tak bisa menikmati masa mudanya.Sebanyak 53 jarum bersarang di kepalanya sejak masih duduk di semester dua di salah satu perguruan tinggi di kotanya pada tahun 2007 lalu.Awalnya ia hanya mengeluh kepalanya terasa sakit yang kemudian disertai mimisan.Hingga kemudian tubuhnya lemas tak berdaya.Penglihatan dan pendengarannya terganggu.Bahkan untuk bernafas harus lewat mulut lantaran ada penyumbatan di hidungnya.Sebenarnya pihak keluarga sudah berusaha baik melalui pengobatan medis maupun alternatif,namun hingga kini belum menunjukan hasil yang lebih baik.Keluarga berharap,Dwi segera sembuh dan kembali seperti sedia kala.Keluarga juga berharap,jika memang ada yang tidak suka agar orang tersebut diberi kesadaran.

Mariani (55),ibunda Dwi,mengaku pasrah dengan kondisi yang dialami anaknya.Namun ia masih berharap anaknya bisa sembuh.Ia sudah berkali-kali membawanya ke dokter,namun tak juga membuahkan hasil.Dwi sempat di rawat di RS Mardi Waluyo Blitar tetapi pihak rumah sakit ini merujuk Dwi ke RS Syaiful Anwar Malang.”Dokter bilang anak saya menderita tumor hidung.Dokter juga bilang kalau jarum-jarum yang ada di kepala anak saya adalah semacam susuk untuk menahan rasa sakit yang diberikan saat kami membawanya berobat ke pengobatan alternatif dan sudah berbagai cara saya lakukan untuk mengobati anak saya.Ya saya pasrah saja untuk kali ini.Sudah banyak yang datang kesini memberikan bantuan untuk medis.Tapi banyak juga paranormal yang datang katanya mau bantu menyembuhkan.Ya saya pasrah,monggo yang penting niatnya baik,”imbuhnya sembari terbata-bata.

Mariani sedikit lega ketika beberapa jarum yang bersarang di wajah anaknya berhasil diambil oleh salah seorang paranormal Blitar.Ia enggan memberitahukan siapa paranormal yang mengobati anaknya itu.”Itu sesuai permintaan beliau,kalau kami sekeluarga dilarang menunjukan identitas paranormal itu kepada orang lain,”jelasnya.

Kemudian ia mengisahkan minggu (18/11/2012)lalu, keluarga Dwi mendatangi seorang paranormal di karangsari.Setelah melakukan ritual sebanyak 20 jarum dan belasan mata kail keluar dari kepala Dwi dan masuk ke dalam telur yang dibungkus kain putih.”Benda-benda itu dikeluarkan setelah kami melakukan ritual,”kata Mariani.Dia dibawa paranormal tersebut ke dua makam berbeda yang diakui paranormal tersebut sebagai makam guru dan orang tuanya.Di dua makam itu Mariani hanya membawa sebuah telur dan kembang yang dibungkus kain putih.Paranormal itu kemudian membacakan mantra ke telur terbungkus kain putih.Telur itu lantas diusapkan ke perut Dwi.Setelanya,sang paranormal mengeluarkan pisau.Pisau itu dipanaskan lalu di jilatnya dua kali.Usai menjilat pisau panas,paranormal itu memecah telur.Dalam telur itu ada 20 jarum jahit dan ada mata pancing.Ada 20 jarum seperti jarum jahit keluar dari telur,jarum itu berukuran sekitar 5 cm dan 8 cm.Keluar juga belasan mata kail berwarna hitam pekat.Puluhan jarum ini kemudian ditempatkan di sebuah toples kecil.

PRIA ITU KENA SANTET

DSCF0169 (FILEminimizer) Menurut Spiritualis atau Metapsikologi Mukayani asal Blitar,Jarum itu bukan sembarangan jarum melainkan hasil dari kiriman seseorang berupa santet atau teluh.Maka dari itu penyembuhanya harus melalui jalur nonmedis.Insya Alloh hal semacam itu bisa disembuhkan karena semua penyakit Alloh telah berikan penawar atau obatnya.Sebenarya masalah penyakit semacam itu sudah ada sejak zaman dahulu.Orang-orang yang memiliki ilmu santet selalu mencari sasaran atau korbannya.Kemudian mengenai pengobatannya sebenarnya mudah. Pertama,rubah pola pikir agar selalu positif karena santet akan bekerja bila kita percaya atau berpikir negatif.Dimana santet itu energinya negatif,jadi bila kita berpikir negatif otomatis kekuatan santet akan bertambah dan bekerja.Kedua,netralkan rumah atau kediaman dengan garam kristal atau kasar/grasak yang sudah dibacakan ayat kursi 3 kali,lalu taburkan di halaman rumah,pintu masuk,jendela,toilet dan saluran pembuangan.Khusus saluran pembuangan harus banyak karena ini pintu masuk santet.Ketiga,tebang pohon yang berenergi negatif seperti pohon pepaya,lombok,kaktus dan ganti dengan yang ber energi positif seperti wijaya kusuma.Ke empat,usahakan yang kena santet selama 41 hari mandi garam kristal dan mandi cahaya matahari di pagi hari,rutin beribadah dan baca istifar sebanyak mungkin baik lisan maupun dalam hati.

USIR ENERGI NEGATIF

 DSCF0115 (FILEminimizer)“Saya meminta segelas air sumur kepada Mariani,selanjutnya saya lambari mengucapkan mantra-mantra,kemudian memasukkan benda semacam serbuk ke dalam gelas tersebut.Selanjutnya diberikan pada Dwi,sesaat setelah minum air tersebut Dwi terlihat muntah-muntah dan panas tubuhnya naik.Saya berharap untuk tetap tenang dan air yang saya berikan fungsinya untuk mengusir energi negatif yang ada pada tubuh Dwi”,tutur Inda Vineyyajana

Sumber :Tabloid Mantra Edisi 49/28-11 Des 2012

Klik kotak untuk menyebarkan info ini sebagai Amal baik Anda
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
Judul : Tragedi Santet Di Bumi Proklamator Blitar Jawa Timur
Ditulis Oleh : Mas Yani Geteda / Moh Mukayani
Semua artikel Geteda dilindungi oleh Undang-Undang Hak Cipta Kekayaan Intelektual - Jika mengutip sebagian atau keseluruhan harap berikan link yang menuju ke artikel Tragedi Santet Di Bumi Proklamator Blitar Jawa Timur ini atau cukup tulis sumbernya www.geteda.com - Terima kasih atas perhatian Anda dan Salam Hati Nurani