STIMULUS DAN AKTIVASI THETA

otak theta  Theta dikenal sebagai daerah gelombang otak bermimpi saat tidur. Selain itu,kondisi ini juga terkait dengan sejumlah manfaat lain termasuk kreativitas meningkat,meningkatkan kemampuan memori dan pengalaman integratif ( dalam hal ini perubahan yang positif dalam arti luas dalam cara kita melihat diri kita, orang lain atau situasi hidup tertentu ). Saat Anda mendapat pengalaman, ketika Anda tiba-tiba “ mengerti “, memiliki wawasan atau sebuah ide besar tiba-tiba datang kepada Anda, hal ini disertai dengan semburan gelombang Theta di otak.
  Karakteristik menarik dari gelombang Theta menurut Dr.Thomas Budzynski seorang peneliti dalam bidang ini adalah adanya filter yang terabaikan pada otak kiri yang kritis dan sering menyabotase diri. Begitu pula dalam hal melakukan perubahan yang positif dalam keyakinan atau pola kebiasaan. Gelombang Theta juga dapat melepaskan keadaan stres yang luar biasa karena Gelombang Theta melepaskan hormon endorfin yang mencairkan stres menjadi lenyap.
  Riset terbaru yang dilakukan oleh Dr.Vincent Giampapa MD seorang toko penelitian anti penuaan mengungkapkan bahwa Meditasi secara dramatis akan mempengaruhi produksi tiga hormon penting yaitu Kortisol, DHEA dan Melatonin. Hormon tersebut terkait dengan peningkatan usia, stres dan peningkatan kesejahteraan. Pengaruh dari hormon-hormon tersebut terhadap manusia sebagai berikut :
Kortisol
adalah hormon alami yang diproduksi adrenal. Menurut Dr.Giampapa,Kortisol adalah hormon utama pemercepat usia yang merupakan hormon stres yang membuat Anda merasa lebih rentan terhadap penyakit dan mempercepat usia. Kortisol yang pada awalnya sekitar 46-47% mengalami perubahan positif dengan adanya penurunan sekitar 68 % bahkan pada beberapa orang sebesar 70-80%.
DHEA
Merupakan sumber bahan baku untuk hampir semua hormon yang dibutuhkan tubuh. Tingkat DHEA merupakan penentu utama usia fisiologis dan ketahanan terhadap penyakit. Ketika tingkat hormon ini rendah maka Anda lebih rentan terhadap penuaan dan penyakit. Sebaliknya, ketika tingkat hormon ini tinggi maka tubuh berada di puncak hidup, sehat dan mampu memerangi penyakit secara efektif. DHEA bertindak sebagai penyangga terhadap hormon stres yang terkait seperti Kortisol. Oleh karena itu saat usia bertambah dan membuat DHEA berkurang,Anda akan lebih rentan terhadap stres dan penyakit. Sebuah studi yang diterbitkan di New England Journal of Medicine tgl 11 Desember 1986, menemukan bahwa peningkatan mikrogram 100 per desiliter tingkat DHEA darah berhubungan dengan pengurangan 48% dalam kematian akibat penyakit jantung dan penurunan 36% dalam kematian. Dalam studi itu diterangkan pula hanya dalam waktu tiga hari,orang-orang yang melakukan Meditasi,lebih dari 68% mengalami peningkatan pada tingkat DHEA, dengan peningkatan Rata-rata 43,77%. Beberapa orang mengalami peningkatan dari 50,60 bahkan 90%.
Melatonin
adalah zat yang dihasilkan oleh kalenjar pineal di dalam otak dan pembentukannya akan dipicu oleh gelap. Kadarnya paling tinggi ditemukan menjelang pagi hari sekitar pukul 02.00 – 04.00 dan paling rendah pada sore hari. Hormon ini mengatur bioritme atau irama tubuh untuk tidur. Hal ini juga menjelaskan mengapa semakin usia seseorang bertambah maka semakin sedikit tidurnya. Hal ini disebabkan hormon Melatonin ini alamiah akan mengalami penurunan sejalan dengan bertambahnya usia manusia dan biasanya hormon ini akan mengalami penurunan yang drastis sekitar usia 40 tahun. Dengan menurunya hormon ini maka kualitas tidur pun akan menurun dan pengaruh yang sering dialami adalah irama tidur pun akan berubah. Terkadang seseorang juga mengalami kesulitan tidur. Manfaat lain Melatonin adalah sebagai antioksidan yang larut dalam lemak dan air, meningkatkan imun tubuh yang menyebabkan relaksasi otot, membantu meningkatkan suasana hati dan menghilangkan ketegangan. Jadi sebaiknya saat tidur matikan lampu kamar tidur Anda agar bisa memaksimalkan produksi Melatonin.
Kondisi Otak Setelah di stimulus Dan di Aktivasi
theta  Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Scientific American ( Oktober 1973 ) oleh Dr.Gerald Oster, seorang ilmuwan riset di Mt.Sinai Medical Center,New York,dijelaskan bahwa pengaruh dari teknologi audio berupa musik pada otak manusia,ketika didengarkan di tempat tenang benar-benar menghasilkan suatu manfaat dan pengalaman baru bagi setiap orang termasuk perubahan diri dan kesehatan. Saat otak distimulasi alat brainwave maka terjadi suatu keadaan sebagai berikut :
  • Terjadi peningkatan produksi berbagai bahan kimia pada otak yang secara keseluruhan sangat bermanfaat. Termasuk perasaan senang yang menyebabkan meningkatkannya hormon endorfin yang terbukti mampu memperlambat penuaan dan meningkatkan umur panjang dan kesejahteraan hidup.
  • Terjadi pelepasan mental dan emosi disfungsional seperti amarah,takut,kecemasan,depresi,kesedihan,penyalahgunaan zat,keterbatasan diri dan sebagainya.
  • Terjadi peningkatan kemampuan belajar,kreativitas yang disempurnakan dan intuisi. Selain itu terjadi juga peningkatan fokus dan konsentrasi,bahkan meningkatkan kesadaran diri pribadi. Ilmuwan menyebutnya kombinasi saat seluruh bagian otak berfungsi.
  • Tingkat stres menjadi lebih rendah dan meningkatkan kemampuan untuk menangani apa pun yang datang pada diri Anda dengan tenang. Anda menjadi lebih santai,tidak cemas,lebih fokus,lebih damai hati dan tetap komunikatif dengan orang lain.
  • Kebutuhan tidur menurun tetapi gairah,vitalitas dan energi makin meningkat.
Segera bergabung dengan Program Geteda Training Indonesia untuk mendapatkan manfaat lebih dari Aktivasi Theta
* dipublikasikan oleh Geteda
www.geteda.com atau www.imc99.blogspot.com

Klik kotak untuk menyebarkan info ini sebagai Amal baik Anda
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
Judul : STIMULUS DAN AKTIVASI THETA
Ditulis Oleh : Mas Yani Geteda / Moh Mukayani
Semua artikel Geteda dilindungi oleh Undang-Undang Hak Cipta Kekayaan Intelektual - Jika mengutip sebagian atau keseluruhan harap berikan link yang menuju ke artikel STIMULUS DAN AKTIVASI THETA ini atau cukup tulis sumbernya www.geteda.com - Terima kasih atas perhatian Anda dan Salam Hati Nurani