Meditasi Sebagai Gaya Hidup

        Belakangan ini dunia barat menemukan suatu ilmu baru yang dapat dijadikan pegangan hidup yaitu ilmu meditasi dimana meditasi di dunia timur adalah suatu ilmu yang sudah lama ada dan baru-baru ini aja dunia barat melakukan penelitian serta baru mengakui akan manfaat daripada meditasi tersebut. Sebelumnya banyak masyarakat yang mengaitkan dan menghubungkan meditasi dengan ilmu ghaib, ilmu setan dan ritual-ritual yang menyeramkan serta bertentangan dengan agama sehingga banyak orang takut untuk belajar meditasi. Mulai abad 21 ini banyak orang-orang yang antusias untuk belajar meditasi karena telah banyak dilakukan riset dan percobaan yang membuktikan bahwa meditasi mempunyai manfaat yang sangat besar yaitu kesehatan batin atau ketenangan jiwa dan kesehatan jasmani.
Apabila seseorang telah melakukan meditasi secara teratur, maka organ-organ tubuh, sel-sel tubuh dan semua zat yang ada dalam tubuh akan mengalami homeostatis, bergerak dalam keadaan seimbang, berfungsi dalam keadaan seimbang, dan bekerja dalam keadaan teratur. Semua alat-alat tubuh akan berfungsi semaksimal mungkin dengan pengeluaran tenaga seminimal mungkin.
Meditasi menimbulkan perubahan fisiologis yang disebut sebagai respon relaksi yaitu integrasi fungsi mind-body: menurunnya pemakaian oksigen, denyut jantung, pernafasan, tekanan darah, dan kadar asam laktat dalam serum; resistensi kulit meningkat dan terjadi perubahan aliran darah.
Membandingkan mereka yang melakukan meditasi dengan yang tidak melakukan meditasi menemukan bahwa meditasi tidak akan menimbulkan penurunan metabolisme seperti pendapat sarjana sebelumnya, tetapi terjadi hipoventilasi.
Lebih dari 20 penelitian dengan control membuktikan bahwa latihan relaksasi meditasi dan elctomyographic biofeedback dapat menurunkan tekanan darah lebih dari 20 mmHg sistolik dan 10-15 mmHg diastolik. Dengan melaksanakan relaksasi menyebabkan efek obat anti hipertensi lebih efektif. Efek ini ditemukan lebih baik pada individu yang melaksanakan relaksasi setiap hari.
Ada tiga komponen prosedur induksi relaksasi yang kelihatan bertanggung jawab untuk efek pengobatan: (1) memusatkan mental dengan pengulangan secara eksternal atau internal, atau rangsangan pembangkitan diri; (2) relaksasi otot-otot; dan (3) kepercayaan akan manfaat dari prosedur tersebut.

Latihan mditasi dilakukan dengan tujuan meningkatkan interkasi sosial, mengurangi keengganan terhadap situasi yang tidak menyenangkan, atau menghilangkan depresi.

Imunitas (daya tahan tubuh) dipengaruhi oleh keadaan psikis dan mood(suasana hati). Daya tahan tubuh dapat ditingkatkan dengan menggunakan hipnosis, sugesti, imajinasi, relaksasi dan biofeedback . Dengan melakukan meditasi, akan terjadi keadaan homeostatis dalam diri orang itu sehingga daya tahan tubuhnya dapat berfungsi maksimal.
Meditasi tidak hanya membantu usaha menyehatkan fisik,mental dan sosial, tetapi juga memanfaatkan kemampuan spiritual yang dimiliki seseorang yang jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Seni Pemberdayaan Diri dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia melalui metode Meditasi Piramida dari GETEDA, sangat bermanfaat memberikan kesembuhan bagi mereka yang rutin melakukan praktek meditasi secara teratur, serta terjadi perubahan pada fisik yang lebih baik, antara lain adanya proses-proses positif saat melakukan praktek meditasi itu antara lain adalah sebagai berikut :

OKSIGEN : Pernafasan yang diterima jaringan tubuh saat melakukan Meditasi Pernafasan akan berkembang dan berpengaruh pada tubuh, serta akan meningkatkan pembentukan HB dalam darah, sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

PEMBULUH DARAH : Akan terjadinya pelebaran pembuluh darah yang berpengaruh terhadap tekanan darah yaitu memperkecil hambatan pada aliran darah.

PENCERNAAN : Terjadinya pergerakan pada organ-organ dalam perut yang dipusatkan pada solari plexus (kelenjar belakang pusar) sehingga akan meningkatkan kesehatan dan kemampuan fungsionalnya, yang berpengaruh pada fungsi pencernaan dan penyerapan makanan menjadi lebih baik.

OTOT : Kaki sampai ujung rambut akan merasakan keletihan pada otot, yang secara tidak langsung, melatih otot-otot berkembang lebih baik sehingga jaringan otot menjadi lebih padat.

JANTUNG : Jantung memompa darah dan mengalirkannya keseluruh bagian tubuh dan mengedarkan darah yang banyak mengandung O2 dari paru-paru keseluruh tubuh dan sebaliknya membawa darah dari seluruh tubuh yang banyak mengandung karbondioksida ke paru-paru untuk dikeluarkan. Dengan Penahanan Nafas selama latihan, pembuluh darah memberikan jalan pintas dalam jaringan otot guna melatih otot jantung agar bekerja lebih baik, walaupun dalam keadaan miskin oksigen.

OTAK :Jaringan Saraf yang merupakan organ tubuh vital yaitu otak. Sistem Saraf yang berada diotak jika kekurangan oksigen akan menyebabkan kacaunya fikiran. Jika oksigen sedikit volumenya pada jaringan otak dan terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama, maka akan menyebabkan kerusakan jaringan otak yang sulit diperbaiki. Penderita bisa menjadi cacat dan bahkan bisa mengakibatkan kematian. Maka selama bermeditasi otak akan dipenuhi oksigen dan membawa efek positif pada otak yaitu: Otak dilatih supaya tidak mudah lelah jika dipakai berfikir atau belajar. Sel-sel otak akan menjadi lebih tahan dan dilatih tetap tegar menjalankan fungsinya walaupun dalam keadaan minim oksigen, Keseimbangan otak menjadi terlatih dan stabil sehingga tidak mudah diserang rasa mual, pusing maupun mabuk kendaraan.

SEL : Puasa oksigen yang dilakukan pada saat menahan nafas berfungsi dalam penyembuhan penyakit. Seperti contohnya sel ganas yang menyerang pada penderita kanker, makanan pokok dalam tubuh penderita adalah oksigen, maka dengan adanya puasa oksigen dalam tubuh setiap penderita kanker yang ruting melatih meditasi Pernafasan, ruang hidupnya sel ganas akan dipersempit sampai terbunuh dengan sendirinya kanker tersebut, dikarenakan metabolisme sel ganas sangat tinggi yang menyebabkan sangat haus akan oksigen pada penderita kanker. Maka dengan meminimkan oksigen didalam tubuh akan melatih sel-sel tubuh dalam daya tahannya. Sedang dunia kedokteran dalam mengantisipasi kanker yaitu dengan menyuntikkan racun untuk membunuh sel-sel penyakit, itulah sebabnya sel penyakit kadang tidak tuntas mati yang terjadi adalah sebaliknya serangan Sel yang lebih ganas, dan menyebabkan timbul efek samping pada sel normal lainnya.


IMUN :Begitu pula berdasarkan catatan penelitian meditasi pernafasan menerangkan bahwa pelatihan Meditasi yang teratur terutama konsentrasi dan terciptanya ketenangan jiwa yang stabil, berpengaruh pada pengeluaran hormon anatara lain : ACTH (Adreno Cartico Tropic Hormon) dan Cortisol yang pada kadar tertentu memacu sistim kekebalan tubuh, untuk menghasilkan Imunoglobin yang berperan dalam pertahanan tubuh terhadap bakteri, virus, dan sel-sel tumor.


FISIK :Dapat meningkatkan kebugaran fisik dan mendapatkan kesehatan yang dinamis, dalam meningkatkan kekebalan tubuh disamping pembuatan sel darah merah dan tonus kekuatan otot.


PENYAKIT : Penyakit yang berhasil disembuhkan, dengan latihan meditasi pernafasan seperti: lemah syahwat, asam urat, migrain, jantung koroner, hipertensi, diabetes melitus, darah rendah, hipertensi, rematik, kholestrol, pertusis, TBC, Paru-paru basah, batu ginjal, saraf, batu empedu, vertigo, hepatitis, types, malaria, maag, strke ringan, sampai penyakit yang berhubungan dengan virus.

Sebaliknya kurang nya fungsional tubuh akan menyebabkan gejala-gejala sebagai berikut:

DEGENERASI JARINGAN
Menurunya kekuatan otot, saat tidak melakukan aktifitas

DEGENERASI TULANG
Tulang mudah rapuh dan keropos


PERUBAHAN METABOLISME LEMAK
Kolesterol-LDL bila meningkat akan mengganggu aliran darah dan mneyebakan penyakit stroke dan jantung koroner.

MENURUNNYA TOLERANSI TERHADAP GLUKOSA

Khususnya bagi penderita Diabetes, inaktivitas fisik menyebabkan meningkatnya resistensi terhadap insulin ( kekebalan tehadap insulin) yang menyebakan kadar gula darah menjadi sulit dikendalikan, yang akan memperbesar terjadinya komplikasi . Olah Raga akan lebih cepat memulihkan dari keadaan tersebut, serta dapat mencegah, memperbaiki, dan bahkan menyembuhkan penyakit-penyakit non fisik. Adapun penyakit-penyakit Non fisik yang dimaksud adalah :

1. Penyakit Hypoklenik:

Penyakit kelemahan jasmani (loyo) yang dapat dijumpai pada orang yang kurang bergerak. Bila bergerak atau bekerja orang ini akan lekas lelah dan sesak napas yang menunjukan menunjukan rendahnya kemampuan kerja fisiknya

2. Penyakit Olah Daya (Metabolisme)
- Kegemukan (Obesitas)
- Penyakit Gula (Diabetes Mellitus)
- Kelebihan Lemak Darah (hyperlipidemia)

3. Penyakit Psikosomatik
- Penyakit Lambung / Maag (Gastritis)
- Penyakit Asma Bronkial (Bengek)
- Penyakit Kulit Eczema/dermatitis

4. Intoleransi Orthostatik

Tak mampu berdiri lama dan debaran jantung menjadi lebih cepat disertai menurunnya tekanan darah, jika tekanan darah semakin menurun dapat menyebabkan pingsan. Dalam bentuk kebiasaan sikap jongkok lalu berdiri menyebabkan mata akan berkunang-kunang, lalu kadang hitam gelap berkunang-kunang karena tekanan darah sangat menurun, ini disebabkan karena fungsi jantung dan pembuluh darah menyesuaikan fungsinya pada perubahan sikap tubuh dan darah turun lebih cepat (tidak normal) pada bagian yang lebih rendah tubuh dan akhirnya otak kekurangan darah yang mengakibatkan pingsan. Kutuib dari sehat adalah sakit, sehingga sama halnya dengan kekayaan yang sesunguhnya sehat itu bertingkat-tingkat. Karena itu lebih tepat bila istilah “Sehat” diartikan sebagai “Derajat Sehat”. Demikian bila diusahakan derajat sehat masih bisa diusahakan dapat ditingkatkan dan akan menurun bila di terlantarkan.
Apakah Anda sudah menjadikan Meditasi sebagai Gaya Hidup ?

Klik kotak untuk menyebarkan info ini sebagai Amal baik Anda
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
Judul : Meditasi Sebagai Gaya Hidup
Ditulis Oleh : Mas Yani Geteda / Moh Mukayani
Semua artikel Geteda dilindungi oleh Undang-Undang Hak Cipta Kekayaan Intelektual - Jika mengutip sebagian atau keseluruhan harap berikan link yang menuju ke artikel Meditasi Sebagai Gaya Hidup ini atau cukup tulis sumbernya www.geteda.com - Terima kasih atas perhatian Anda dan Salam Hati Nurani